7 Mei 2012

KaLa itu ada seorang pemuda
yang sebentar Lagi akan
d'wisuda. Sebentar Lagi dia akan menjadi seorang sarjana, dan semua itu akhir dari jerih
payah'a seLama beberapa
tahun d'bangku pendidikan.
 
Beberapa buLan yang LaLu dia meLewati sebuah showroom, dan saat itu dia jatuh cinta kepada sebuah mobiL sport keLuaran terbaru dari Ford.
SeLama beberapa buLan dia
seLaLu membayangkan,

nanti pada saat wisuda ayah'a
pasti akan membeLikan mobiL itu kepada'a. Dia yakin, karena
dia anak satu- satu'a dan
ayah'a sangat sayang
pada'a, sehingga dia yakin
sekaLi kaLau nanti dia pasti akan mendapatkan mobiL itu.
 
Dia pun berangan-angan
mengendarai mobiL itu,
bersenang-senang dengan
teman-teman'a, bahkan
semua mimpi'a itu dia
ceritakan ke teman-teman'a.
 
Saat'a pun tiba, siang itu,
seteLah wisuda, dia meLangkah pasti ke ayah'a. Sang ayah pun tersenyum, dan dengan berLinang air mata karena terharu dia mengungkapkan betapa dia bangga dengan anak'a, dan betapa dia mencintai anaknya itu. LaLu dia pun mengeLuarkan sebuah
bingkisan, tapi sayang'a
bukan sebuah kunci !
Dengan hati yang hancur sang anak menerima bingkisan itu, dan dengan sangat kecewa dia
membuka'a. Dan d'baLik
kertas kado itu ia menemukan
sebuah Kitab Suci yang
bersampuLkan kuLit asLi, d'kuLit itu terukir indah nama'a dengan tinta emas.
Pemuda itu menjadi marah, dengan suara yang meninggi dia berteriak,
 
"Yaahh.. Ayah memang sangat
mencintai saya, dengan semua
uang ayah, ayah beLikan aLkitab ini untukku..?"
 
Lalu dia membanting Kitab Suci itu dan Lari meninggaLkan ayah'a ...
Ayah'a tidak bisa berkata
apa-apa, hati'a hancur, dia
berdiri mematung d'tonton
beribu pasang mata yang hadir
saat itu.
 
Tahun demi tahun berLaLu, sang anak teLah menjadi seorang yang sukses, dengan
bermodaLkan otak'a yang
cemerLang dan dia berhasiL
menjadi seorang yang
terpandang. Dia mempunyai
rumah yang besar dan mewah,
istri yang cantik dan anak-anak yang cerdas.
Sementara itu ayah'a semakin
tua dan tinggaL sendiri. Sejak
hari wisuda itu, anak'a pergi
meninggaLkan dia dan tak
pernah menghubungi dia. Dia
berharap suatu saat dapat
bertemu dengan anak'a itu,
hanya untuk meyakinkan dia
betapa kasih'a pada anak itu.
Sang anak pun kadang rindu
dan ingin bertemu dengan sang ayah.
Tapi mengingat apa yang
terjadi pada hari wisuda'a, dia
menjadi sakit hati dan sangat
mendendam ...
 
Sampai suatu hari datang
sebuah teLegram dari kantor
kejaksaan yang memberitakan
bahwa ayah'a teLah
meninggaL, dan sebeLum
ayah'a meninggaL, dia
mewariskan semua harta'a
kepada anak satu-satu'a itu.
Sang anak d'suruh menghadap Jaksa wiLayah dan bersama-sama ke rumah ayah'a untuk mengurus semua harta peninggaLan'a. Saat meLangkah masuk ke rumah itu, mendadak hati'a menjadi sangat sedih, mengingat semua
kenangan semasa dia tinggaL d'situ. Dia merasa sangat
menyesaL teLah bersikap buruk terhadap ayah'a. Dengan bayangan-bayangan masa LaLu yang menari-nari di mata'a,
dia menelusuri semua barang
d'rumah itu. Dan ketika dia
membuka brankas ayah'a, dia
menemukan Kitab Suci itu ...
Masih terbungkus dengan
kertas yang sama beberapa
tahun yang LaLu. Dengan
airmata berLinang, dia
memungut Kitab Suci itu, dan
muLai membuka haLaman'a. Di haLaman pertama Kitab Suci itu, dia membaca tuLisan tangan ayahnya,
 
"Sebaik-baik manusia adaLah mereka yang paLing bermanfaat bagi orang Lain. Dan Tuhan Maha Kaya dari segaLa apa yang ada di dunia ini."
 
SeLesai dia membaca tuLisan itu, sesuatu jatuh dari bagian
beLakang Kitab Suci itu. Dia
memungut'a, ternyata sebuah
kunci mobiL..!
Di gantungan kunci mobiL itu tercetak nama deaLer yang
sama dengan deaLer mobiL sport yang duLu dia idamkan..! Dia membuka haLaman terakhir aLkitab itu, dan menemukan d'situ terseLip STNK dan surat-surat lain'a.Nama'a tercetak d'situ, dan sebuah kwitansi pembeLian mobiL.
TanggaL'a tepat sehari sebeLum hari wisuda itu. Dia berLari menuju garasi, dan d'sana dia menemukan sebuah mobil yang berLapiskan debu seLama bertahun-tahun, meskipun mobiL itu sudah sangat kotor karena tidak d'sentuh bertahun-tahun,
dia masih mengenaL jeLas mobiL itu. MobiL sport yang dia
dambakan bertahun-tahun LaLu ...
Dengan buru-buru dia menghapus debu pada jendeLa mobiL dan meLongok k'daLam.
Bagian daLam mobiL itu masih
baru, pLastik membungkus jok
mobiL dan setir'a. Di atas
dashboard'a ada sebuah foto,
dan foto itu adaLah foto
ayah'a yang sedang tersenyum bangga ...
 
Mendadak dia menjadi Lemas,
LaLu terduduk d'samping mobiL itu, air mata'a tidak terhentikan, mengaLir terus mengiringi rasa menyesaL'a yang tak mungkin bisa d'obati.
 
PESAN :
 
SEBERAPA MAHAL DAN
BERHARGANYA KITA PERNAH
KEHILANGAN SEBUAH
BARANG,, NAMUN TAK
SEMENYESAL JIKA KITA
KEHILANGAN ORANG-ORANG
YANG KITA CINTAI
(SebeLum kita meminta maaf pada'a) ...
 
SEBURUK DAN SEKECEWANYA
KITA PADA ORANG TUA,,
BAGAIMANAPUN MEREKA
ADALAH ORANG TUA KITA,,
ORANG YANG SUDAH
MEMBESARKAN KITA HINGGA
TUMBUH MENJADI ANAK
YANG MEMBANGGAKAN BAGI
MEREKA.
JADI HARGAILAH SEDIKIT PERJUANGAN MEREKA DAN BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK MEREKA,
KARENA JIKA SUATU SAAT
NANTI BILA MEREKA SUDAH
PERGI, KAU PASTI AKAN
MERINDUKANNYA ...

1 komentar: